Archive for the ‘Salaf’ Category

BEDA SALAF DENGAN SALAFI – SEBUAH MAKAR UNTUK MENJATUHKAN MANHAJ SALAFI

Abu Ahmad As-Salafi
TAQDIM
Di antara karakateristik ahli bid’ah dari masa ke masa bahwasanya mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wa Jama’ah untuk menjatuhkan umat dari al-haq. Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata : “Ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar’ (Ahlu Sunnah hlm. 24). Al-Imam Abu Utsman Ash-Shobuni rahimahullah berkata : “Tanda yang paling jelas dari ahli bid’ah adalah kerasnya permusuhan mereka kepada pembawa sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melecehkan dan menghina ahli Sunnah dan menamakan ahli Sunnah dengan Hasyawiyah, Jahalah, Dhohiriyyah, dan Musyabbihah[1].” [Aqidah Salaf Ashabul Hadits, hlm. 116]

(lebih…)

Iklan

Abu Ahmad As-Salafi

TAQDIM
Di antara karakateristik ahli bid’ah dari masa ke masa bahwasanya mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wa Jama’ah untuk menjatuhkan umat dari al-haq. Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata : “Ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar’ (Ahlu Sunnah hlm. 24). Al-Imam Abu Utsman Ash-Shobuni rahimahullah berkata : “Tanda yang paling jelas dari ahli bid’ah adalah kerasnya permusuhan mereka kepada pembawa sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melecehkan dan menghina ahli Sunnah dan menamakan ahli Sunnah dengan Hasyawiyah, Jahalah, Dhohiriyyah, dan Musyabbihah” [Aqidah Salaf Ashabul Hadits, hlm. 116]

Diantara deretan buku-buku “hitam” yang mencela Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah adalah buku Beda Salaf dengan Salafi yang beredar baru-baru ini di tanah air, buku ini sarat dengan syubhat-syubhat yang sangat berbahaya.

Untuk menunaikan kewajiban kami dalam nasehat kepada kaum muslimin dan membela dakwah yang haq maka dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan kami paparkan studi kritis terhadap buku ini agar menjadi kewaspadaan dan peringatan bagi kita semua.

PENULIS DAN PENERBIT BUKU
Judul asli buku ini adalah Kasyful Haqa’iq Al-Khafiyyah Inda Mudda’is Salafiyyah, ditulis oleh Mu’tab bin Suryan Al-Ashimi, diterjemahkan oleh Wahyuddin dan Abu Ja’far Al-Indunisy, dan diterbitkan oleh Media Islamika Solo cetakan pertama Agustus 2007 (lebih…)

TEGAR DI ATAS MANHAJ SALAF

Posted: 15 Mei 2010 in Salaf

Oleh : Ibnu Luqman Al-Atsari

Di tengah derasnya gelombang fitnah akhir zaman yang ditandai dengan bermunculannya jama’ah-jama’ah Islam, maka tegar di atas manhaj salaf adalah suatu kemestian.

Jama’ah-jama’ah Islam yang ada mengklaim bahwa merekalah yang paling benar. Mereka mengaku bahwa mereka mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi pada prakteknya mereka jauh dari pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang benar.

Disinilah letak pentingnya berpegang teguh dengan manhaj Salaf. Sebagai penguat bahwa dalam memahami dien Islam ini, yang bersumber dari dua wahyu yang utama (Al-Qur’an dan Sunnah), harus diiringi dengan pemahaman dan manhaj yang benar yaitu manhaj salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Berikut ini sebagian fatwa para ulama kibar tentang wajibnya mengambil manhaj salaf dan bahayanya tahazzub. Wallahu Musta’an

FATWA SYIAKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI
Soal :
Apa yang dimaksud dengan salafiyah ?

(lebih…)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”

[QS. At-Taubah : 100]

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah.

[Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957]

Salafiyah adalah penisbatan kepada Salaf. Dan Salaf secara bahasa dari sin, lam dan fa yang menunjukkan makna yang sudah berlalu dan terdahulu.

[Mu’jam Maqayis Lughah, Ibnu Faris, 3/95]

Fairuz Abadi berkata : “Salaf adalah orang-orang yang mendahuluimu dari nenek moyangmu dan kerabatmu.”

[Qamusul Muhith 3/153]

(lebih…)

Berikut ini adalah dialog antara Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah dengan seorang Ustadz yang bernama ‘Abdul Halim Abu Syuqqah. Obrolan ini dinukil dari buku “Beda Salafi Dengan Hizbi : Memang Beda, Kenapa Sama?” karya ‘Abdul Qadir Abu Fa’izah Al-Atsari, hal 100-104.
Syaikh Al-Albani Rahimahullah berkata : “Jika ditanyakan kepada anda, apa madzhabmu? apa jawaban anda?”
Ustadz Abu Syuqqah menjawab : “muslim”.
Syaikh : “Ini tidak cukup !”
Ustadz : “Sungguh Allah telah menamai kita muslim”. Abu Syuqqah membaca firman-Nya -ta’ala- : “Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.” [QS. Al-Hajj : 78 ]
Syaikh : “Ini adalah jawaban yang benar andaikan kita berada di kurun pertama sebelum tersebarnya kelompok-kelompok sesat. Andaikan kita sekarang bertanya kepada muslim manapun dari kelompok-kelompok sesat ini yang kita telah berbeda dengannya dalam pokok aqidah, maka tidak akan melenceng jawabannya dari kata ini (yaitu “kata muslim”). Semuanya akan menjawab, baik itu orang Syi’ah Rafidhah, Khawarij, Duruz, maupun Nushairi-Alawi. “Aku adalah muslim”. Jadi, ini tidak cukup di hari-hari ini.”
Ustadz : “Kalau begitu aku katakan, aku adalah seorang muslim yang berada diatas Al Qur-an dan As-Sunnah”.

Syaikh : “Ini juga tidak cukup !”
Ustadz : “Mengapa bisa?”
(lebih…)

SALAFIYAH BUKAN HIZBIYAH

Posted: 15 Mei 2010 in Salaf

Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Sebagian orang menyangka bahwa Salafiyah adalah kelompok hizbiyah seperti halnya Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Quthubiyah Sururiyah dan Jama’ah Tabligh, dan bahwasanya seorang salafi seperti halnya seorang ikhwani atau tablighi atau quthbi dari segi hukum dan pemahaman.
Mereka menyangka bahwasanya istilah Salafiyah adalah istilah yang baru muncul dalam kurun waktu yang tidak lama. Ucapan ini sering muncul dari mulut para tokoh terkemuka “jama’ah-jama’ah kontemporer” di media massa. Ada juga yang mengatakan bahwa pendiri dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –seakan-akan dakwah ini belum pernah dikenal sebelumnya- sebagaimana dikatakan oleh penulis kitab Mausu’ah Muyassaroh fil Adyan wal Madzahib Muashirah (hal, 273)!
Ada lagi yang meluncurkan syubhat bahwasanya Salafiyah tidak lain hanyalah suatu kurun waktu dan bukan suatu madzhab seperti Al-Buthi dalam kitabnya Salafiyah Laisat Madzhaban!
Yang sangat disayangkan, ternyata masih ada di antara para da’i yang mengaku beraqidah salaf yang sengaja menajuhi penisbahan kepada Salafiyah dalam dakwah mereka, seakan-akan nama Salafiyah adalah nama yang tabu atau karena nisbah tersebut membuat mereka tidak leluasa bergerak “di arena dakwah” mereka.
Padahal tidak ada yang lebih membanggakan seorang muslim dari menisbahkan diri kepada salaf. Lafazh Salafiyah atau Salafi tidaklah digunakan oleh para ulama Ahlus Sunnah kecuali dalam kebaikan. Lihatlah dalam kitab-kitab para ulama terutama dalam kitab-kitab biografi, mereka tidaklah menyebut Salaf atau Salafi melainkan sebagai pujian. Begitu sering para ulama menyebutkan biografi seseorang dan menyebutkan di antara manaqibnya adalah karena dia berjalan di atasn manhaj Salaf!
(lebih…)

MENGAPA HARUS BERMANHAJ SALAF ?

Posted: 15 Mei 2010 in Salaf

Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.
Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah.

[Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957]

Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in).

[Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55]

Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: (lebih…)